Sistem Pendidikan di Korea Selatan: Ujian Selama 9 Jam atau Suneung di Masa Pandemi Covid 19

source gambar : dw.com

Berbicara tentang pendidikan, pastinya tidak ada habisnya. Dari setiap segi mulai dari pelajaran apa yang dipelajari atau diujikan, bagaimana pengaturan kelas, hingga sarana dan prasarana apa yang ada pada kelas atau sekolah tersebut.

Di masa pandemi ini khususnya, banyak dari pihak otoritas pendidikan melakukan banyak upaya untuk meningkatkan efektifitas belajar mengajar. Salah satunya dengan belajar online dan hybrid. Di luar negri, pembelajaran online dan hybrid sudah diterapkan jauh sebelum pandemi ada dikarenakan dukungan teknologi suatu negara.

Oleh karena itu sistem pendidikan yang ada pun dipengaruhi juga dengan kemajuan teknologi dan ekonomi negara tersebut.

Sistem pendidikan di setiap negara tentunya berbeda-beda, tergantung bagaimana keadaan sosial, ekonomi, dan sebagiannya. Seperti berita Korea Selatan ini misalnya, salah satu dari kebijakan pemerintah disana menetapkan ujian untuk masuk universitas ini yang mana dianggap sebagai hal yang sangat penting karena merupakan penunjang karir dimasa depan.

Apalagi jika siswa tersebut berhasil diterima di universitas ternama. Siswa Sekolah Menengah Atas di Korea Selatan diwajibkan untuk mengikuti ujian ini yang dilakukan selama 9 jam atau disebut juga Suneung.

Namun di masa pandemi, ini tingkat stress siswa di Korea Selatan semakin meningkat akibat ujian Suneung yang ultra-kompetitif membuat sebagian besar dari mereka yang masih usia remaja kerap depresi hingga berujung bunuh diri.

Status sosial isu dan juga kesenjangan di Korea Selatan masih terlihat sampai saat ini sehingga banyak siswa remaja yang berusaha semaksimal mungkin dalam mengikuti ujian Suneung ini. Hal ini juga didukung dengan pandemi Covid 19 yang menjadikan sebagian siswa harus menghabiskan waktu mereka di rumah. Permasalahan depresi mereka juga ditambah dengan ada beberapa siswa yang dinyatakan positif Covid 19.

Dilansir dari Liputan 6 dalam wawancara yang salah satu siswa kepada AFP – DW Indonesia, sejak tahun lalu tepatnya pada saat pertama pandemi Covid 19 merebak membuat siswa, orang tua, dan otoritas pendidikan menambah tekanan dalam pembelajaran. Dalam hal ini, dua minggu menjelang ujian semua kelas di sekolah yang ada di Korea Selatan khususnya Seoul, melakukan pembelajaran secara online bersama keluarga.

Penyebabnya tak lain adalah karena melonjaknya kasus pandemi Covid 19 di Korea Selatan yang terus meningkat di penghujung tahun 2021. Meskipun begitu, siswa melaksanakan ujian di sekolah masing-masing. Banyak juga siswa yang terpapar Covid 19 namun tetap mengikuti ujian dengan ruangan terpisah.

Setelah sekian lama belajar, banyak dari orangtua siswa juga yang mengharapkan cemas dan berdoa untuk mereka yang sedang ujian. Meskipun begitu, para siswa sudah mempersiapkan diri dengan mengikuti les. Hal ini diungkapkan oleh Kementrian Pendidikan Korsel yang menyatakan lebih dari 509.000 siswa mengikuti les di tahun 2021 ini.

Ujian dilaksanakan dengan lancar dimulai pada hari Kamis, 18 November lalu pada waktu setempat. Meskipun dilaksanakan di sekolah, pihak pemerintah dan otoritas pendidikan menetapkan protokol ketat untuk siswa seperti mewajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan.

Upaya ini juga untuk menurunkan kembali tingkat penularan Covid 19 di Korea Selatan yang kembali melonjak  pada Rabu 17 November 2021, sebanyak 3.187 kasus baru dalam kasus harian Covid 19 yang diakibatkan pelonggaran pembatasan sosial secara nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *